Copyright 2019 - Custom text here

 http://gapuspindo.org/wp-content/uploads/2016/11/sapi-sawit.jpg

BENGKULU-GAMAL INSTITUTE. Pemerintah daerah Bengkulu Utara berencana akan mengembangkan kawasan integrasi sapi sawit. Dengan target mengembangkan desa mandiri energi.

Adapun konsep yang dikembangkan adalah menetapkan desa yang akan dijadikan menjadi kawasan integrasi sapi sawit. Lalu pemerintah dengan memanfaatkan sumber daya yang ada baik dari daerah maupun pusat akan meningkatkan populasi sapi. Lalu kemudian akan dibangun instalasi untuk pengolahan kotoran sapi agar kemudian masyarakat dapat menikmati biogas yang akan digunakan untuk bahan bakar rumah tangga atau juga listrik.

Sementara kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk organik dengan mendirikan rumah kompos. Sehingga nantinya dapat dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.

“Bengkulu Utara sudah dikenal sebagai asal muasal penerapan integrasi sapi. Namun masih bersifat spot-spot dan belum menjadi satu kawasan terpadu. Oleh sebab itu untuk mengembangkan kawasan terebut saat ini kami tengah melakukan identifikasi lokasi yang tepat untuk menjadikannya kawasan integrasi sapi sawit. Selanjutnya kami akan mengembangkan master plan sebagai acuan dalam merealiasasikan kawasan tersebut dalam 5 tahun”, jelas Bupati Bengkulu Utara, Ir. Mian.

Selain itu kami juga akan melibatkan para pakar untuk mengembangkan moda pemeliharaan sapi yang efisien. Sehingga dengan pemanfaatkan biomassa dari perkebunan dapat dihasilkan pakan yang efektif meningkatkan bobot sapi. Juga mungkin akan dibangun sub station peternakan agar nantinya masyarakat dapat dengan mudah memanfaatkan fasilitas insenminasi buatan.

Melalui program ini,   jelas Mian, Bengkulu Utara dapat meningkatkan populasi sapinya untuk mendukung program swasembada pangan. Di sisi lain  melalui pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan sumber energi, penghematan penggunaan pupuk dan peningkatan pendapatan dari penjualan sapi.