Copyright 2021 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Sejak tahun 2017 pelaksanaan peremajaan kelapa sawit secara teknis akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan. Ini sekaligus merubah stigma Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sebagai lembaga superbody yang melakukan semua fungsi termasuk tupoksi yang melekat ke Kementerian  teknis dan Dinas yang menangani perkebunan.

Pada tahun 2017 BPDP akan mengalokasikan dana sebesar Rp. 500 Milyar untuk peremajaan kelapa sawit. Namun Direktorat Jenderal Perkebunan mewacanakan akan menjadikan ketersediaan bibit siap salur sebagai dasar menentukan luas areal peremajaan.

Menyikapi hal tersebut 2 sumber benih yang selama ini aktif membangun kerjasama dengan penangkar, yakni Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan dan PT Bakti Tani Nusantara,  siap mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut  Taufiq Manajer Pemasaran PPKS Medan, saat ini tersedia 6 juta bibit di penangkaran maupun di kebun contoh dengan umur bervariasi dari 3 bulan hingga 24 bulan. Sehingga untuk kegiatan peremajaan untuk tahun 2017 dengan jumlah bibit tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan bibit.

Sementara itu Ansor dari Divisi Pemasaran PT BTN memperkirakan saat ini tersedia 209 ribu bibit kelapa sawit di penangkaran yang siap disalurkan di tahun 2017 ini. Dengan lokasi penangkaran berada di Provinsi Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat dan Sumatera Barat.

Bupati Bengkulu Utara, Ir Mian, mendukung pendekatan yang akan dilakukan Direktorat Jenderal Perkebunan. Dengan cara ini penangkar yang menjadi binaannya bisa mendapatkan kepastian pasar. Dan, program ini bisa berjalan dengan baik karena bibit tersedia. Karena seringkali program peremajaan mengalami hambatan karena peremajaan areal tidak didasarkan ketersediaan bahan tanam unggul.

"Untuk Bengkulu Utara melalui waralaba kelapa sawit dengan PPKS para penangkar siap mendukung program peremajaan", kata Mian.

Transudio Ady Pranotor, penangkar kelapa sawit asal Sumatera Selatan, menyatakan siap mendukung penyediaan benih untuk peremajaan. Saat ini ia juga tengah menangkarkan bibit sebanyak 300.000 batang. Sehingga Sumatera Selatan dapat diplot untuk menjadi salah satu lokus pelaksanaan program peremajaan.