Copyright 2019 - Custom text here

https://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/0e/13/fb/ea/open-cocoa-bean.jpg

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Saat ini kakao Indonesia mengalami sejumlah tekanan, mulai dari fluktuasi harga, serangan hama hingga tata niaga yang sangat tidak efisien. Jika masalah tersebut tidak diselesaikan maka laju penurunan luasan kakao akan terus berlanjut.

Menurut Gamal Nasir, pengamat perkebunan, sudah seharusnya menerapkan kebijakan kemitraan pada perkebunan kakao dalam rangka menjawab berbagai persoalan yang ada saat ini. Ia membandingkan dengan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan disebabnya adanya pola kemitraan antara perusahaan dengan petani. Tidak heran saat ini banyak petani yang merubah tanaman dari kakao ke kelapa sawit karena dinilai lebih menguntungkan.