Copyright 2019 - Custom text here

http://balittro.litbang.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2017/04/patchoulina-2-2.jpg

BOGOR-GAMAL INSTITUTE. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat telah menghasilkan dua varietas unggul nilam yang diberi nama Patchoulina 1 dan Patchoulina 2.  Kedua jenis nilam ini memiliki ketahanan terhadap penyakit layu bakteri oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Varietas Patchoulina 1 dan Patchoulina 2 dapat dikembangkan di wilayah dataran rendah sampai dataran medium (100-700 mdpl).

Varietas Patchoulina 1 memiliki kadar minyak sebesar 2,85 ± 0,57 (%) sedangkan varietas Patchoulina 2 sebesar 2,78 ± 0,57(%). Kadar patchouli alkohol pada varietas Patchoulina 1 sebesar 32,53 ± 3,81 (%) sedangkan varietas Patchoulina 2 sebesar 32,31 ± 3,81 (%).

Produksi terna basah varietas Patchoulina 1  sebesar 36,52 ± 10,13 (ton/ha/thn)  sedangkan varietas Patchoulina 2 sebesar 37,73 ± 10,13 (ton/ha/thn). Produksi terna kering angin varietas Patchoulina 1  sebesar 12,67 ± 3,34 (ton/ha/thn) sedangkan varietas Patchoulina 2 sebesar 12,56 ± 3,34 (ton/ha/thn). Dan produksi minyak varietas Patchoulina 1 sebesar 356,37 ± 13,76 (kg/ha/thn) sedangkan varietas Patchoulina 2 sebesar 343,32 ± 13,76 (kg/ha/thn).

Penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum merupakan salah satu penyakit tanaman paling berbahaya  yang tersebar luas di daerah tropika dan sub tropika. Gejala penyakit berupa tanaman layu pada cabang-cabang tanpa suatu urutan yang teratur dan gejala lanjut berupa seluruh  bagian tanaman layu atau mati dalam waktu singkat. Gejala layu bakteri diawali dengan rebahnya satu cabang atau pucuk tanaman di bagian atas, disusul dengan cabang lainnya di bagian bawah. Bila serangan sangat berat, batang tanaman membusuk. Dengan dihasilkannya dua varietas unggul nilam ini, diharapkan produktivitas tanaman nilam di tingkat petani dapat meningkat (Hanifa Milla).