Copyright 2019 - Custom text here

https://majalah.ottencoffee.co.id/wp-content/uploads/2019/03/ground-coffee.jpg

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Lazim dipahami jika pengolahan biji dapat memberikan nilai tambah bagi petani. Namun secara kajian tidak diketahui dengan baik berapa sesungguhnya peningkatan pendapatan.

Terkait dengan hal tersebut Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) melakukan kajian terhadap perbedaan pendapat yang diterima petani dari kopi grade 4 Kopi dengan menjual dalam bentuk biji atau bubuk. Dari hasil penelitian terhadap 68 petani kopi di desa Argopeni dan Datarajan, kecamatan Sumberejo dan Ulubelu, Kabupaten  Tanggamus, Lampung.

Hasil riset tersebut menunjukkan jika penjualan dalam bentuk biji kopi kelas 4 petani bisa menghasilkan pendapatan Rp 24.532.081 per tahun dengan laba Rp 10.503.837 atau setara 1.390 kg per tahun. Namun jika mereka melanjutkan proses produksi dari kopi kelas 4 ke kopi bubuk maka akan dihasilkan laba sebesar Rp 33.002.568 per tahun.

Dari analisis ini maka keputusan terbaik memproses kopi tingkat 4 menjadi kopi bubuk, karena akan lebih menguntungkan dan meningkatkan pendapatan bagi petani. Hanya saja memang petani perlu mendapatkan pengetahuan terkait pemasaran sehingga dapat memasarkan produk olahannya secara efektif (Widia).