Copyright 2021 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Saat ini pemerintah berupaya mendorong diversifikasi pangan, mengingat ketergantungan terhadap beras berpotensi menciptakan kerawanan pangan di masa mendatang. Salah satu bahan pokok yang digadang dapat menggantikan beras adalah sagu.

Sagu sudah lama menjadi makanan pokok masyarakat di daerah Timur dan bahkan komoditas seperti sagu sudah siap menjadi subsitusi beras. Bambang Hariyanto, Dosen dan Peneliti Sagu dari Universitas Sahid Jakarta telah melakukan riset pada sagu sebagai pengganti nasi.

Menurutnya harga sagu akan cukup bersaing dan juga kandungan gizinya tetap dapat mengimbangi nasi. "Kalori hampir sama, hanya saja kalau beras mengandung protein dan lemak tinggi serta beberapa vitamin," Bambang Hariyanto dalam Gamal Issue (11/7).

Memang rasa sagu tidak seenak nasi, namun menurut Bambang hal ini dapat disiasati dengan tambahan lauk. "Kalau sagu kandungan isi dan lemak tidak terlalu banyak, sehingga rasa cenderung plain (tawar). Tapi itu bisa diatasi dengan lauknya," jelas Bambang.

Bambang juga menjelaskan uji klinis yang telah dilakukan yaitu keunggulan sagu sebagai pengganti makanan pokok nasi akan sangat cocok untuk penderita diabetes dan makanan untuk diet menurunkan berat badan karena sagu kaya akan serat. (AD)