Copyright 2021 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Tertarik menanam kelapa kopyor yang bisa menghasilkan lebih banyak buah kopyornya? Kuncinya ada pada pemilihan benih atau bibitnya. Pilih saja jenis bibit kelapa kopyor yang berasal dari kultur jaringan.

Ya, bibit kelapa kopyor dari kultur jaringan memang memiliki kelebihan dari sisi produktivitasnya yang lebih tinggi bila dibandingkan bibit kelapa kopyor konvensional. Potensi tanaman kopyor dari bibit konvensional, berkisar 20-25%. Sedangkan bibit dari kultur jaringan memiliki potensi yang mencapai 100%.

Hal itu mengemuka dalam webinar dengan topik  Melirik Hebatnya Kultur Jaringan Kelapa Kopyor yang diadakan Gamal Institute, Senin (11/10/2021). Kegiatan itu menghadirkan narasumber Dr. Ir. Priyono, DIRS yang menjabat sebagai Kepala PusaPenelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) di PT. RPN.

Mengapa produksi buah kopyor dari bibit kelapa kopyor konvensional lebih sedikit dibanding bibit kultur jaringan? Melalui webinar itu, Priyono menjabarkan, buah kelapa kopyor tidak bisa dideder sebagai sumber bibit.

“Endosperm atau daging buah sangat remah dan akan lepas dari tempurung pada tingkat kematangan buah tertua. Sehingga embrio tidak mampu berkecambah karena tidak ada pasokan nutrisi dari daging buah,” terangnya.

Bibit kelapa kopyor konvensional (kitri/dederan) berasal dari buah yang bukan kopyor yang dapat dipanen dari tandan yang terdapat buah kopyor secara alami. Akibatnya, bibit yang dihasilkan secara genetik bukan bersifat homogen sehingga tidak semua tanaman menghasilkan kelapa kopyor.

“Secara genetik kelapa kopyor tergolong tanaman homozigot resesif, artinya embrionya sangat lemah,” tandasnya.

Terkait kultur jaringan (embrio rescue) kelapa kopyor, embrio kelapa kopyor dikulturkan pada media kultur yang kaya nutrisi sehingga embrio dapat tumbuh seperti kelapa normal dan tumbuh normal di lapang. Ruang kultur diatur sedemikian rupa hingga sesuai keperluan perkecambahan embrio dan pertumbuhan tunas (kecambah). Akumulasi kecambah (plantlet) dilakukan untuk adaptasi di lapang.  

“Hasilnya, jika dalam satu tandan, buah kelapa kopyor yang dihasilkan dari bibit kelapa kopyor asal dederan (konvensional) hanya sekitar 1-4 buah. Namun dari bibit kelapa kopyor yang berasal dari jaringan, buah kelapa yang dihasilkan bisa kopyor semua,” tukasnya. (SR)