Copyright 2022 - Custom text here

REMBANG-GAMAL INSTITUTE. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan menerapkan sejumlah strategi dalam rangka peningkatan produktivitas tebu. 

Selain pemantapan areal, berbagai langkah yang diambil meliputi rehabilitasi tanaman, penyediaan agro input berupa pupuk dan benih unggul, penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan produktivitas lahan melalui penerapan standar teknis budidaya dan manajemen Tebang Muat dan Angkut (TMA), antisipasi perubahan iklim, serta penetapan harga.

Salah satu realisasi upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pengawalan dan pendampingan dropping tebu yang menyasar sejumlah kelompok tani (poktan) tebu di Kabupaten Rembang dan Kabupaten Blora. Dropping tebu ini dilaksanakan dinas pertanian di masing-masing kabupaten bersama penyedia dari CV. Lahan Hijau. 

Poktan Tani Makmur di Desa Gerawan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang menjadi salah satu poktan penerima dropping tebu tersebut. Sementara di Kabupaten Blora, ada Poktan Tanjung Anom dan Poktan Tani Mulyo yang berlokasi di Desa Ngapus, Kecamatan Japah. Kegiatan itu dilaksanakan guna mendukung program pemerintah terkait komoditas tebu.

"Kami sangat senang dan berterima kasih pada pemerintah atas berjalannya program tebu ini. Dengan memberikan bibit bermutu (berlabel) yang tentu bagus kualitasnya," kata Suryono, petani tebu, (11/2021).

Jadwal dropping tebu sesuai permintaan 4 paling awal yaitu Poktan Tani Makmur di Desa Gerawan, Kecamatan Sumber, dengan lahan seluas 7 hektare (ha), Poktan Idaman II di Desa Sendangmulyo, Kecamata  sarang seluas 7 ha, Poktan Sumber Makmur di Desa Ngulaan, Kecamatan Bulu seluas 18 ha, dan Poktan Karya Santoso di Desa Kepoh Agung Kecamatan Pamotan seluas 12 ha.

Namun saat ini baru beberapa yang sedang berjalan, sementara yang lainnya masih proses.

Petani lain yang juga menerima bantuan tersebut mengaku sangat antusias dan berharap akan terus didampingi dan ada bantuan lainnya yang diberikan pada petani. (SR)