Copyright 2022 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Jeli dalam menangkap peluang menjadi kunci keberhasilan manajemen CV. Ratu Luwak dalam mengembangkan usahanya. Hal itu juga yang turut meningkatkan produktivitas usaha kecil yang berlokasi di Kota Lawi, Kabupaten Lampung Barat tersebut. 

Tidak mengherankan jika produsen kopi yang dihasilkan dari hewan luwak/musang ini dinilai sebagai perusahaan yang layak untuk dinobatkan sebagai pemenang penghargaan Produktivitas Paramakarya 2021, Kamis (18/11/2021). 

Gubernur Lampung juga mendapatkan penghargaan ini karena berhasil membina perusahaan yang telah meraih penghargaan tersebut. 

CV. Ratu Luwak telah melalui pelatihan, bimbingan, dan pembinaan serta penilaian dari Balai Pengembangan Produktivitas Daerah Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung. Pada tahun 2020, CV. Ratu Luwak juga telah mendapatkan Penghargaan Produktivitas tingkat Provinsi yaitu SIddhakarya, oleh Gubernur Lampung.

Setelah mendapatkan Penghargaan Produktivitas Siddhakarya, maka perusahaan mendapatkan bimbingan dan penilaian lebih lanjut dari tim verifikasi Kementerian Ketenagakerjaan.

Sapri sebagai pemilik CV Ratu Luwak selama ini secara bersungguh-sungguh mengikuti semua arahan, bimbingan dan saran dari tim verifikasi serta membuktikan dengan mengimplementasikan di segala aspek pada perusahaannya.

Menurut Sapri, penghargaan Produktivitas dari Kementerian Ketenagakerjaan tersebut sangat membantu dan membawa dampak yang  positif terhadap UMKM dan perusahaan. "Kami mendapatkan pengarahan, ilmu, serta tips untuk menjalankan usaha dan banyak lagi ilmu yang telah kami dapatkan," ungkap Sapri.

Sapri berharap dengan adanya penghargaan tersebut  peningkatan produktivitas yang semakin tinggi dan permintaan pasar yang semakin luas. 

"Produk Kopi yang kami hasilkan belum kami ekspor tapi kami selalu semangat, ada pembinaan dari kementerian dari berbagai media. Tinggal dari UKM itu sendiri mau menangkap peluang atau tidaknya," tandasnya. 

Koordinator Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Lembaga Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Ade Syaekudin menjelaskan filosopi dari penganugerahan Paramakarya yakni untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada sektor industri kecil dan menengah dengan metode penganugerahan produktivitas Paramakarya. 

Ade menyebut, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 34 perusahaan dari 24 provinsi. Jenis usaha antara lain textil, kosmetik, farmasi, makanan minuman, alkes, dan kerajinan tangan. 

 

"Pada tahun genap mereka mendapatkan penghargaan Siddhakarya oleh gubernur di daerah masing-masing. Dengan melalui tahap-tahap evaluasi dan penilaian dengan metode Malcolm Baldrige. Setelah mereka melalui tahapan-tahapan tersebut kemudian diusulkan oleh daerahnya untuk dievaluasi secara nasional untuk dapat penghargaan ini," terang Ade. (SR)