Copyright 2022 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Digitalisasi kini telah merambah ke segala aspek kehidupan, termasuk dunia pertanian. Kementerian Pertanian, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkebunan turut serta dalam upaya digitalisasi melalui berbagai perangkat teknologi, salah satunya dengan adanya aplikasi E Benih Perkebunan.

Aplikasi ini didesain untuk membantu masyarakat khususnya pekebun untuk mencari dan mendapatkan benih perkebunan bermutu, bersertifikat, dan berlabel dengan mudah, bahkan hingga pelosok nusantara.

Bagaimana aplikasi E Benih Perkebunan dapat membantu masyarakat pekebun?

Tanaman perkebunan membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga bisa menghasilkan, sehingga jika sejak awal benih yang digunakan merupakan benih jelek, maka usaha yang yang telah dicurahkan baik energi maupun biaya akan menjadi sia-sia. Alih-alih keuntungan, pekebun justru akan mendapat kerugian.

Mengapa hal tersebut terus terjadi? Salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya pemahaman dan perhatian terhadap pentingnya penggunaan benih bermutu. Seakan-akan benih hanya sekumpulan biji yang dapat diambil atau diperoleh di mana saja dan kapan saja, lalu ditanam, tanpa memerdulikan apa arti benih.

Produktivitas komoditas perkebunan saat ini masih belum mencapai tingkat optimalnya. Sebagai contoh, menurut data Direktorat Jenderal Perkebunan (2021) produktivitas salah satu komoditas perkebunan seperti karet masih di angka 1.025 kg/hektare padahal bisa mencapai produktivitas 1.550 kg/hektare (Varietas BPM 24) jika benih yang digunakan bermutu dan tanaman dirawat secara baik.

Keberadaan aplikasi ini merupakan sebuah terobosan solutif, karena selama ini masyarakat terbilang masih sulit untuk mencari nomor kontak produsen dan penangkar benih legal di daerahnya masing-masing.

Aplikasi bisa diakses dengan cara mengetik E Benih Perkebunan pada mesin pencari internet dengan  alamat https://ebenih.ditjenbun.pertanina.go.id. Pengguna bisa melanjutkan dengan meng-memilih fitur-fitur pada aplikasi.

Memanfaatkan aplikasi E Benih Perkebunan dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut melalui sejumlah fitur. Berikut adalah fitur-fitur aplikasi E Benih Perkebunan :

          Produsen. Saat mengklik fitur produsen, pengguna akan memperoleh informasi data produsen benih semua komoditas. Fitur ini adalah primadona dari aplikasi EBenih Perkebunan. Data yang ditampilkan antara lain : kategori produsen benih, komoditas, nama perusahaan, alamat, provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, bahkan hingga kontak person. Data-data tersebut juga bisa diunduh menjadi tabel excel.

          Potensi Produksi. Fitur ini memberikan informasi berapa kapasitas produksi benih pada masing-masing produsen yang telah terdaftar. Dengan adanya fitur ini, pengguna dapat memprediksi dan memperhitungkan kebutuhan benihnya sesuai potensi produksi dari produsen yang ada.

          Ketersediaan. Angka yang tersaji pada fitur ketersediaan benih memberikan informasi berapa tepatnya benih siap salur yang ada di lokasi penangkaran produsen.

          Neraca. Keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan benih seluruh komoditas perkebunan di satu provinsi merupakan isi dari fitur ini.

          Regulasi benih. Kesimpangsiuran aturan dan regulasi adalah salah satu hal yang membingungkan masyarakat. Fitur regulasi benih pada aplikasi ini akan memudahkan masyarakat aturan apa saja yang diacu berkaitan dengan perbenihan perkebunan.

          Pelepasan Varietas. Dukungan fitur ini memungkinkan masyarakat mengetahui varietas tanaman perkebunan yang secara resmi telah dilepas oleh Kementerian Pertanian. Jenis varietas ini bisa beredar atau diperjual belikan antar provinsi bahkan antar negara.

          Instansi. Fitur ini juga salah satu jagoan dari aplikasi E Benih Perkebunan. Informasi yang tersedia dari fitur UPT/UPTD Perbenihan yang paling bermanfaat adalah keterangan lembaga, alamat, serta  nomor telepon yang bisa dihubungi terkait organisasi yang bisa melakukan sertifikasi benih. Sertifikasi benih ini penting peranannya bagi pelaku usaha yang ingin menjual benih tanaman perkebunan agar legal.

Setiap fitur dari aplikasi juga disertakan peta yang berisi lokasi seluruh penangkar, produsen, dan UPT/UPTD terkait perbenihan tanaman perkebunan di Indonesia.

Kini saatnya masyarakat turut andil menangkal benih ilegal dengan mulai menggunakan aplikasi E  Benih Perkebunan. Karena dengan menggunakan aplikasi ini, tidak lagi ada kata sulit untuk mencari benih bermutu, bersertifikat, dan berlabel.

Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan animo masyarakat akan meningkat untuk menggunakan benih perkebunan bermutu. Benih bermutu yang digunakan diiharapkan akan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas, yang ujungnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. (UFA)