Copyright 2022 - Custom text here

REMBANG-GAMAL INSTITUTE. Walaupun tidak memiliki latar belakang pendidikan tinggi, alias hanya lulusan SMP, petani tebu ini berhasil mengantarkan anak-anaknya hingga berpendidikan tinggi dan menjadi orang-orang sukses. Petani tersebut bernama Rijanto, asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Tercatat sejak tahun 2000, Rijanto memilih untuk berkebun tebu. Dengan berbekal sewa lahan untuk budi daya tebu, ayah empat anak itu pun berhasil mengumpulkan uang untuk membiayai pendidikan putra-putranya. 

Rijanto pun menuturkan kisahnya sebagai petani tebu yang dimulainya dengan menyewa lahan tebu untuk pembudidayaannya. 

"Awal menjadi petani tebu, saya baru punya (sewa lahan) kebun bengkok Kades (kepala desa) 4 (hektare) ditambah lahan-lahan lainnya hingga ada 10 (hektare)," kenangnya. 

Salah satu anak Rijanto, yaitu anak ketiga, berhasil menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga lulus sebagai dokter umum, pada tahun 2010 silam. Anak tersebut kemudian melanjutkan pendidikannya dengan mengambil spesialis kandungan di Universitas Indonesia (UI) dan sukses meraih gelar dokter spesialis kandungan pada tahun 2019. Saat ini bahkan telah menjadi dokter spesialis kandungan di RS. Sari Asih Tangerang.

Sementara dua putra Rijanto yang lain, juga sukses meniti karir sebagai aparatur negara, yaitu menjadi polisi dan TNI. Sedangkan putra keempatnya, saat ini tengah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), semester VII. 

"Ini yg nomor 4 baru semester VII di UMS, Fakultas Kedokteran Gigi. Alhamdulillah semua itu dari hasil petani tebu mulai tahun 2000. Pernah pada tahun 2013 saat wisuda putra ketiga saya, ketika pertemuan keluarga masing-masing ditanyakan profesinya apa, saya jawab petani. Lalu saya sampaikan kalau di belakang nama saya tidak ada gelar karena hanya lulusan SMP," urainya. 

Mulai 2005 hingga saat ini, Rijanto tercatat aktif sebagai ketua Koperasi Petani Tani Rakyat (KPTR) Sidomukti. Selain itu, sejak 2003 hingga sekarang, ia juga menjadi wakil ketua Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PG Rendeng Kudus. (SR)