Copyright 2020 - Custom text here

BANDUNG-GAMAL INSTITUTE. Daerah diharapkan tidak hanya membangun kebun sumber benih namun juga melindungi kekayaan hayatinya dengan membangun kebun plasma nutfah.

Demikian disampaikan Dirjen Perkebunan, Ir Bambang, MM, pada saat berkunjung ke Balai Sertifikasi dan Pengawasan Mutu Benih Provinsi Jawa Barat (7/3).  Menurutnya, kekayaan plasma nutfah harus dianggap sebagai aset daerah. Ia mencontohkan Jawa Barat. Bisa saja dibangun kebun plasma nutfah kopi, kakao atau cengkeh. Dimana berbagai tanaman yang memiliki karakter unik yang ada di wilayah Jawa Barat maupun dari luar dikumpulkan dalam sebuah kebun koleksi.

Sehingga bisa saja Provinsi Jawa Barat memiliki kekayaan plasma nutfah kakao yang lebih baik dari wilayah Sulawesi, karena Jabar melakukannya sementara Provinsi lain tidak.

“Harapannya dengan adanya kebun plasma nutfah nanti, generasi saat ini atau  anak-anak kita nanti bisa memanfaatkan untuk menghasilkan varietas unggul”, jelasnya.

Selain perlunya membangun kebun plasma nutfah, Dirjen Perkebunan, mengharapkan agar daerah menumbuhkan lebih banyak produsen benih. “Dengan semakin berkembangnya produsen benih maka di sejumlah daerah akan terbangun kemandirian benih”, jelasnya.

Ia mengharapkan untuk memberikan ruang lebih luas untuk petani dalam usaha penyediaan benih. Hal-hal yang bisa dikerjakan oleh masyarakat sebaiknya diarahkan untuk dikelola oleh petani namun dengan pembinaan yang intensif serta deregulasi. Sementara aspek benih yang membutuhkan penerapan teknologi dan investasi sebaiknya  diserahkan kepada swasta.