Copyright 2020 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Teh merupakan minuman lintas generasi, di mana semua kalangan dapat menikmati. Namun dalam satu dekade ini sektor teh masih meredup, ini sungguh ironi. Kejayaan teh Indonesia perlahan pudar seiring merosotnya produksi teh dalam negeri. Lalu apa yang harus dilakukan untuk membangkitkan teh Indonesia agar kembali bersinar?

Menurut Ifah produsen teh asal Bandung mengungkapkan bahwa, upaya membangkitkan teh Indonesia bisa dimulai dari pemberian upah yang layak pada buruh teh. Karena menurutnya dari dulu sampai sekarang tidak berubah. Buruh teh hanya dihargai 500 rupiah /kg teh basah, sedangkan petani menjual teh ke pabrik 2.500 rupiah/kg, akhirnya kualitas teh menurun. Harga pucuk basah memang harus dinaikkan.

Pembina petani teh di Sumatera Barat ini menambahkan selain kualitas yang menurun, produksi teh juga tidak ada inovasi. Sistem penjualan pun dengan lelang dan komoditi selalu tujuannya expor walau harga rendah, tapi jarang  ada yang melihat pasar dalam negeri dengan hasil teh premium.

“Dalam upaya meningkatkan kualitas teh Indonesia, pengusaha teh yang membeli pucuk basah harus mengikuti standar harga dan standar upah petik yang sesuai, sehingga petani bisa mengupahi buruh teh dengan harga yang bagus arag mendapathan hasil yang maksimal” jelas Ifah.