Copyright 2020 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Pada beberapa kasus masih ada petani kopi yang menjual kopinya dalam bentuk green bean atau biji kopi mentah. Jika terus begini dapat disimpulkan bahwa petani kopi Indonesia belum bisa mandiri secara ekonomi. Lalu bagaimana cara petani kopi meningkatkan nilai penjualan? Maka meroasting kopi adalah salah satu solusinya.

Zaman modern ini transfer teknologi sudah banyak inovasi dalam roasting/sangrai kopi. Proses roasting kopi menggunakan alat penyangrai yang banyak macamnya, mulai dari tradisional sampai modern yang sudah menggunakan kontrol waktu, temperatur dan masih banyak lagi hingga menghasilkan citra rasa berbeda dari masing-masing proses yang dilakukan.

Memang banyak parameter pada kopi agar menghasilkan citra rasa yang khas dan stabil. Namun dengan proses roasting inilah petani bisa mendapatkan untung lebih ketimbang hanya menjual green bean saja. Seperti salah satu UMKM yang ada di Kabupaten Kediri. Petani kopi disana yang sebelumnya melakukan proses roasting menggunakan sistem penggorengan dengan wajan besar, kini dirubah menjadi pemasakan dengan oven yang berputar agar lebih merata dilengkapi sensor temperatur dan control (rpm) untuk menghasilkan produk kopi unggul dan menyamakan citra rasa dalam setiap produksi. Mesin sangrai kopi juga dilengkapi dengan sistem pemanasan rotari atau sistem putar agar biji kopi bisa matang secara rata dan singkat, sementara bahan  bakar yang digunakan  adalah LPG yang mudah didapat masytarakat.

Petani UMKM di Kabupaten Kediri aktif dalam beberapa pelatihan yang dilakukan mitra UMKM lainnya untuk meningkatkan nilai jual kopi petani. Salah satunya dengan meroasting biji kopi sebelum akhirnya dipasarkan. Dengan meroasting kopinya, petani disana mengaku bisa tingkatkan produktivitas biji kopi yang tentunya berpengaruh dengan naiknya nilai penjualan. Kerena pada proses roasting dapat menghasilkan inti sari rasa dari masing-masing kopi dan menjadi ciri khasnya hingga mampu ciptakan nilai jual tersendiri.