Copyright 2020 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Dalam rangka mencegah Indonesia dari jurang resesi ternyata Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi salah satu andalan penyelamatan ekonomi Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut tentu butuh kerjasama dari semua pihak yang terlibat.

Mulai dari petani sawit mempercepat pengerjaan PSR agar KUD tidak bimbang terhadap calon mitranya. Kemudian para tokoh yang mempunyai peran penting agar segera memobilisasi timnya untuk membantu masyarakat di wilayah binaan. Para penangkar bibit sawit pastikan bibitnya segera tersalur agar bisa melakukan pembibitan baru. Dan untuk petani sawit yang sudah mengikuti program ini agar bisa memanfaatkan kegiatan PSR untuk menumbuhkan usaha di pedesaan, misalnya pengangkutan, distribusi pupuk atau pestisida, pemanfaatan kayu atau nira, dll.

Demi keberlangsungan program PSR pemerintah akan kembali memperlonggar prosedur atau persyaratan PSR guna mempercepat realisasi program tersebut. Persyaratan program PSR yang saat ini sudah delapan dari sebelumnya 14 akan disederhanakan lagi menjadi dua persyaratan saja. Pemerintah menargetkan program PSR menyasar 500 (ha) kebun sawit petani dalam tiga tahun ke depan (2020-2022). Dengan PSR diharapkan produktivitas kebun sawit petani meningkat signifikan.

Sebelumnya, Ditjen Perkebunan Kementan telah mempermudah persyaratan program PSR dengan simplifikasi atau penyederhanaan dari semula 14 menjadi delapan syarat yang harus dipenuhi calon peserta PSR “Komite Pengarah (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit/BPDPKS) sudah meminta supaya disederhanakan menjadi dua syarat, kalau perlu satu syarat saja, yang jelas dan bisa efektif akuntabilitasnya,” kata Sri Mulyani dalam keterangannya saat pelantikan jajaran direksi baru BPD PKS di Jakarta.

Keberhasilan peremajaan juga akan menjaga ketersediaan bahan baku program biodiesel dengan harga yang lebih murah. “Selain itu, dapat meningkatkan pasokan pengembangan energi lanjutan B30 menjadi green diesel, green gasoline, dan green fuel untuk menuju kemandirian energi nasional,” jelas Sri Mulyani.

Jika pelaksanaan program PSR ini dipercepat dengan dukungan berbagai pihak. Tentu akan dapat meningkatkan produktivitas kebun dan meningkatkan kesejahteraan petani. Hingga membuat komoditas sawit ini naik kelas.