Copyright 2020 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Dewasa ini banyak generasi milenial yang memilih untuk bekerja sebagai PNS, pekerja kantoran atau lainnya. Hal tersebut bukanlah masalah besar, Namun sayangnya peminat generasi milenial terjun ke perkebunan nasional masih bisa terhitung. Padahal hal tersebut dapat dijadikan sebagai kesempatan yang berpeluang besar dan menguntungkan.

Begitulah dengan Romi, generasi milenial yang berhasil terjun ke dalam usaha perkebunan Kakao yang menjalankan bisnis perkebunan kakao di Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Dalam kanal YouTube Gamal Institute (07/09/2020), Romli membagikan kisahnya yang menginspirasi, mulai dari langkah pertama memasuki usaha perkebunan kakao, kendala awal yang ia rasakan hingga keuntungan yang ia dapatkan.

Romi mengaku awal pertama ia tertarik memasuki usaha perkebunan kakao karena ia melihat potensi dalam perkebunan tersebut, ditambah orang tuanya yang berhasil dan mendukung dirinya. "Ada potensi besar dalam budidaya Kakao ini," ucapnya.

Dirinya masih terbilang baru terjun ke usaha perkebunan Kakao, yaitu sekitar awal tahun 2019. Namun keberhasilannya tidak secara instan ia dapatkan, ia terus belajar mengenai perkebunan Kakao hingga menjadi passion dalam dirinya. Awal mula Ia mencari tahu dan belajar bibit kakao, lalu Ia mencoba melakukan budidaya Kakao dengan cara merawat pohon, memberi pupuk pada pohon kakao dan lainnya.

Untuk kendala yang ia rasakan sendiri tidak terlalu berlebihan, awalnya ia hanya merasa agak aneh karena harus terjun langsung ke perkebunan. Mengingat ia terbiasa bekerja di depan komputer. Namun, seiring perkembangan waktu ia menjadi terbiasa dan senang melakukannya.

"Awalnya agak aneh, adaptasi aja sih sebenarnya, tapi lama-kelamaan ya seru juga lah," pungkasnya.

Adapun keuntungan yang Ia dapatkan terbilang cukup besar, yaitu dalam 2,5 - 3 ha dapat menghasilkan hingga lebih dari setengalh milyar. Terpenting tahu cara merawatnya, menjaga kelembaban serta jangan lupa memberi pupuk pada pohon Kakao agar terus berbunga.