Copyright 2020 - Custom text here

JAKARTA - GAMAL INSTITUTE. Mempertahankan produksi pangan sangat penting untuk menyediakan pangan yang cukup, aman dan bergizi, khususnya dari pangan lokal. Kecukupan pangan memenuhi kuantitas dan kualitas, keanekaragaman pangan, distribusi stabil, serta keterjangkauan akses fisik dan ekonomi terhadap sumber pangan.

Terdapat tiga subsistem ketahanan pangan yaitu subsistem ketersediaan yang didapatkan dari produksi dalam negeri dan impor cadangan. Kedua subsistem distribusi yang didapatkan dari aksebilitas fisik dan ekonomi, serta yang ketiga yaitu subsistem konsumsi dan keamanan yang dilihat dari kualitas pangan, keseimbangan gizi, mutu dan keamanan dan diversifikasi pangan.

Dalam webinar yang diadakan Universitas Soedirman dalam rangka DIES NATALIS FAKULTAS PERTANIAN Ke-58, berjudul "Perspektif Kebijakan Digitalisasi Pertanian Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Di Era Industri 4.0" (11/11), Ganjar Pranowo yang merupakan Gubernur Jawa Tengah sekaligus narasumber dalam webinar tersebut mengenalkan program SISLOGDA atau Sistem Logistik Daerah untuk mengoptimalkan produksi pangan. Ia menjelaskan, hal ini menjadi salah satu upaya menyelesaikan beberapa masalah pangan, seperti daya serap panen belum optimal, ketersediaan dan distribusi pangan, pasokan tidak stabil ketika panen raya.

Ia juga mengungkap bahwa sislogda juga memiliki tujuan, yaitu memotong rantai distribusi, harga wajar untuk produsen dan konsumen, tingkatkan kesejahteraan petani serta mewujudkan stabilitas pangan. Jika ketahanan pangan dapat terjaga maka masyarakat, khususnya petani akan produktif dan berkelanjutan