Copyright 2021 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Berbagai produk kelapa baik makanan dan minuman maupun non food bisa dihasilkan dari tanaman kelapa. Maka tidak heran jika pengembangan tanaman kelapa ini memiliki prospek bisnis yang cerah.  

Hingga saat ini pemenuhan akan kebutuhan kelapa terus dilakukan akan tetapi terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaanya.

Dalam kegiatan Bimbingan Teknis yang bertajuk “Pengenalan Varietas Unggul dan Teknik Perbanyakan Kelapa Hibrida” (30/09/2021), Prof. Dr .Ir. Hengky Novarianto, MS. mengemukakan bahwa beberapa perusahaan swasta sebenarnya ingin membangun kebun inti kelapa, akan tetapi masih terbatasnya ketersediaan lahan ditambah lagi bibit yang dibutuhkan sangatlah kurang, baik untuk penanaman awal maupun untuk peremajaan.

 “Dari masalah tersebut, sebenarnya ada peluang bagi kita untuk menjadi penyedia bibit unggul dan tentunya menjadi peluang bisnis yang menguntungkan” tuturnya.   

Sementara itu, Direktur Perbenihan Perkebunan Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar, MP. Dalam sambutannya menyebutkan bahwa balai penelitian telah melepaskan beberapa varietas kelapa unggul yang siap untuk mengembangkan produksi kelapa, tetapi pelepasan tersebut akan percuma apabila kebun induk kelapa tidak kunjung dibangun.

“Pengembangan kebun induk kelapa harus kita dorong!” serunya.

Kegiatan pengenalan varietas unggul dan teknik perbanyakan kelapa hibrida ini tentu sangat bermanfaat dan memang dibutuhkan oleh petani dan stakholders kelapa. Dimana dalam usaha mengembangkan kelapa memang memerlukan pengadaan input dan teknik yang tepat, guna tercapainya produktivitas kelapa yang tinggi dan meguntungkan.