Copyright 2019 - Custom text here

http://www.coffeeshop.us/coffee-plant-540.jpg

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Mungkinkah menanam arabika di dataran rendah? Secara teknis kopi arabika dianjurkan ditanam pada ketinggian > 900 dpl. Sementara jika ditanam di dataran rendah kopi arabika rentan terkena karat daun.

Namun peneliti dari Universitas Bengkulu, Alnopri Alnopri dan Bandi Hermawan, menemukan bahwa arabika mungkin untuk ditanam di dataran rendah dengan teknologi okulasi. Dimana kopi arabika dijadikan sumber entres batang atas sementara kopi robusta robusta dijadikan batang bawah.

Peneliti tersebut menggunakan 4 jenis entres kopi arabika yakni S-1934, Kartika, Sigararutang dan Andung Sari untuk menghasilkan tanaman yang mereka sebut “robbika”. Tanaman tersebut ditanam di dataran rendah dengan tanaman penaung legume.

Hasil penelitian yang diterbitkan di International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology Vol. 5 tahun 2015 dengan judul Sustainability for Growth and Productivity of Arabica Coffee Lowland Regions of Bengkulu Province menunjukkan Robbika dengan entres S-1934 dan Sigararutang memiliki ketahanan terhadap karat daun meskipun ditanam di dataran rendah.

Sementara dengan teknologi sambungan tersebut, batang bawah asal kopi robusta memberikan kontribusi terhadap ketahanan nematoda dan cekraman lingkungan. Batang bawah dari kopi robusta memiliki perakaran yang lebih baik. Sementara  batang atas asal kopi arabika berkontribusi pada mutu kopi yang baik sehingga lebih bernilai secara ekonomi.

Penemuan ini tentu saja menciptakan peluang pengembangan arabika di kawasan dataran rendah yang selama ini didominasi robusta. Sehingga dapat mendorong peningkatan produksi arabika nasional. Hanya perlu kajian lebih lanjut terkait cita rasa mutu arabika di kawasan dataran rendah, apakah sama dengan di dataran tinggi.