Copyright 2019 - Custom text here

RIAU-GAMAL INSTITUTE.  Saat ini banyak anak-anak muda yang ingin menjadi entrepreneur. Hanya saja kebanyakan pilihannya adalah dibidang jasa keuangan ataupun properti. Padahal untuk dapat menjadi pengusaha global seudah seharusnya para calon pengusaha berbisisni di sektor perkebunan.

Demikian pendapat Rino Afriano, pengusaha perkebunan asal Riau. Menurutnya Indonesia merupakan negara yang memiliki keunggulan komperatif di bidang pertanian khususnya perkebunan. Hanya saja banyak anak-anak muda yang beranggapan bahwa berbisnis di bidang perkebunan berarti harus menjadi petani.

“Faktanya usaha perkebunan sangat menjanjikan. Ada banyak pengusaha berusia di bawah 40 tahun yang bisa membukukan pendapatan Rp. 100 juta per  bulan dari bisnis di bidang perkebunan”, jelasnya.

http://agro.kemenperin.go.id/post/resized/610x380/images/PERKEBUNAN_SAWIT1.jpg

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Tidak ada satupun perusahaan kelapa sawit yang bisa beroperasi di Indonesia tanpa adanya persetujuan dari pemerintah. Entah itu pemerintah pusat maupun daerah. Dimana dasar kewenangan pemerintah tersebut adalah UU atau berbagai peraturan yang berkekuatan hukum. Sehingga aneh jika pemerintah lalu mengatakan tidak berdaya menindak perusahaan yang nakal.

Demikian pendapat Rino Afriano, pelaku perkebunan asal Riau. Suatu kali ia mendengar keluhan dari pejabat di Prov Riau tentang perusahaan kelapa sawit yang tidak berlaku adil, kurang memberikan manfaat bagi masyarakat. Seolah-olah pemerintah tidak memiliki daya.