Copyright 2019 - Custom text here

RIAU-GAMAL INSTITUTE.  Saat ini banyak anak-anak muda yang ingin menjadi entrepreneur. Hanya saja kebanyakan pilihannya adalah dibidang jasa keuangan ataupun properti. Padahal untuk dapat menjadi pengusaha global seudah seharusnya para calon pengusaha berbisisni di sektor perkebunan.

Demikian pendapat Rino Afriano, pengusaha perkebunan asal Riau. Menurutnya Indonesia merupakan negara yang memiliki keunggulan komperatif di bidang pertanian khususnya perkebunan. Hanya saja banyak anak-anak muda yang beranggapan bahwa berbisnis di bidang perkebunan berarti harus menjadi petani.

“Faktanya usaha perkebunan sangat menjanjikan. Ada banyak pengusaha berusia di bawah 40 tahun yang bisa membukukan pendapatan Rp. 100 juta per  bulan dari bisnis di bidang perkebunan”, jelasnya.

Berbagai produk perkebunan seperti kelapa sawit, kakao, kopi,  cengkeh, lada merupakan kebutuhan industri di dalam dan luar negeri. Beberapa komoditas tersebut  harganya cukup menarik.

“Hanya dengan adanya sentuhan kreativitas anak muda maka produk-produk yang dijual dalam bentuk curah tersebut dan bermutu rendah tersebut dapat ditingkatkan valuenya dengan pemberian kemasan, atau dipasarkan dalam bentuk produk premium. Tidak jarang entrepreneur muda ini menjadikan kebunnya sebagai agrowisata”, kata Wasekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit (APKASINDO) tersebut.

Ketika ditanya bagaimana memulai berbisnis di bidang perkebunan. Rino menyarankan terlebih dahulu mempelajari seluk beluk sub sektor perkebunan. Lalu mulai dari bisnis bermodal kecil dan memanfatkan jaringan seperti menjadi tenaga pemasar. Setelah modal cukup dan network sudah kuat lalu mulai terjun ke bisnis riil, apakah itu di on farm atau untuk menghasilkan produk olahan.

Di sisi lain pengusaha sawit asal Riau tersebut mengharapkan adanya dukungan pemerintah dalam melahirkan para entrepeneur muda melalui pelatihan dan penyediaan sarana. Sehingga jangan sampai anak-anak muda menjalankan usaha pertama mereka dengan minim pengetahuan dan akhirnya gagal. Meskipun kegagalan adalah hal yang biasa dihadapi para entrepeneur.