Copyright 2021 - Custom text here

 

PALANGKARAYA-GAMAL INSTITUTE. Pengembangan integrasi peternakan dengan kelapa sawit ternyata dapat menjadi sumber pembiayaan untuk kegiatan replanting. Melalui program peremajaan sawit rakyat pemerintah menyediakan dana sebanyak Rp. 30 juta/ha, sementara anggaran pembangunan kebun sampai menghasilkan mencapai Rp. 50 juta/ha sehingga petani masih perlu mencari dana tambahan.

KUD Tani Subur yang berlokasi di Desa Pangkalan Tiga, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah melakukan inovasi dengan mengintegrasikan peternakan sapi dengan perkebunan kelapa sawit.  Ternyata kegiatan tersebut memberikan berkah. Saat mendapatkan dana untuk replanting seluas 870 ha, petani anggota KUD bisa mendapatkan dana lanjutan dari kegiatan peternakan tanpa perlu meminjam di Bank.

“Untuk pola integrasi yang kami laksanakan sejak tahun 2015, sapi dipelihara secara koloni dalam kandang. Pakannya kami hasilkan dengan mencacah pelepah sawit kemudian dimix dengan bungkil sawit, solid yang berasal dari pabrik kelapa sawit ditambah tetes tebu, garam dan mikroorganisme. Sehingga kami bisa produksi pakan dengan bahan baku limbah”, jelas Sutiyana ketua KUD.

Kotoran sapi, tambah Sutiyana, kemudian diolah menjadi kompos dan dikembalikan ke kebun. Setiap bulan produksi mencapai 80 ton dari populasi sapi sebanyak 300 ekor. KUD memperoleh penghasilan dari penjualan kompos kepada anggota koperasi dan perdagangan sapi pedaging.