Copyright 2021 - Custom text here

BENGKULU-GAMAL INSTITUTE. CV. Yahyo menargetkan tahun 2021 proses pembibitan sebanyak 800ribu kecambah. Target tersebut dicanangkan karena pada tahun sebelumnya sebanyak 800 ribu kecambah telah tercapai.

“Sampai dengan tahun ini karena ada peremajaan sawit rakyat kami bibit 800ribu tahun 2020. Si tahun 2021 target sampai dengan Juni kita sudah membibitkn 400ribu tinggal setengahnya lagi. Semoga bulan berikutnya bisa terpenuhi,” ujar Rusbandi pengelola CV. Yahyo sekaligus Sekjen PPBTPI (Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia).

Selama ini CV. Yahyo menggunakan varietas simalungun dan 540 dengan benih berasal dari PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit) Medan. Dengan varietas tersebut, Rusbandi mengaku dapat menghasilkan 35 ton per tahun

“Karakter varietasnya hampir sama. 540 pelepahnya pendek jadi 5,5 meter, kalau yang lain bisa 6,2 meter. Pertumbuhan meningginya tidak cepat sehingga dia punya kelebihan panennya mudah,” tambahnya.

CV. Yahyo berusaha menyiapkan bibit tepat waktu dan sesuai kebutuhan. “Setiap bulan 50ribu satu kloter. Harapannya setiap bibit kami tersedia sesuai kebutuhan petani sehingga tidak tergiring untuk beli bibit yang kurang bermutu,” tutur Rusbandi.

Penangkar asal Bengkulu tersebut tidak hanya menjual bibit. Namun juga memberikan bimbingan tentang bagaimana membudidayakan tanaman sawit dengan benar kepada petani pengguna. (DI)