Copyright 2019 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Tidak banyak petani kakao yang pernah tahu dan menikmati hasil akhir dari kebunnya. Namun pada acara yang berlangsung tanggal 5 April 2018 yang  lalu berlangsung kejadian unik.

Irvan Halim, founder Pipiltin Cocoa sekaligus pembicara pada Workshop Pemasaran Kakao Premium  di chocolate factory milik perusahaannya di bilangan Barito, Jakarta Selatan, mengajak peserta yang mayoritas petani untuk menyantap cokelat.  Ia menyuguhkan cokelat single origin menggunakan biji asal Aceh, NTT dan Jawa Timur.

Ketika ditanyakan soal rasanya, salah satu peserta asal Lampung mengaku sangat menikmati cokelat yang disantap. Enak.. cokelatnya berasa, demikian komentarnya.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Kakao Indonesia bertujuan memberikan wawasan kepada petani tentang pasar kakao premium yang harganya bisa mencapai 2 kali harga pasar. Hanya ada standar mutu yang harus petani penuhi. Narasumber dari Pipiltin Cocoa menjadi pembicara tunggal pada kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut peserta asal Lampung dan Sulawesi Barat menyerahkan sampel untuk diuji cita rasa. Mereka berharap dapat menjadi mitra Pipiltin Cocoa.