Copyright 2021 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Teh merupakan salah satu komoditas andalan untuk ekspor luar negeri. Namun dalam beberapa kurun waktu membuat sektor teh terancam lumpuh. Bagaimana cara meningkatkan nilai ekspor teh hingga lebih dari 3 kali?

Gamal Institute memfasilitasi forum Focus Group Discusion (FGD) dengan tema "Strategi Pengembangan Agribisnis Teh dalam Rangka Meningkatkan Nilai Ekspor 4 Kali” ( 27/3) yang menghadirkan banyak pelaku teh. Acara ini bertujuan membahas strategi konkrit penguatan teh nasional di tengah kondisi yang sedang sakit dan harus disehatkan kembali dengan upaya meningkatkan nilai ekspor teh Indonesia.

Menurut Gamal Nasir pakar perkebunan dan juga mantan Dirjen Perkebunan periode 2010-2016, Menteri Pertanian sudah merencanakan ekspor 3 kali, namun tidak salah jika kita berharap lebih dari itu, misalnya 4 kali. Kita harus memikirkan strategi untuk ekspor dengan cara mencari solusi dalam ekspor luar negeri. Karena kita ketahui bersama dari lima tahun terakhir menurut data yang ada, sektor teh mengalami hasil produksi turun, kualitas rendah, dan impor naik. Luas yang tadinya 150 ribu ha menjadi 140 ribu ha. Ini menjadi ironi, ungkapnya.

Sementara menurut Ketua Dewan Teh Indonesi, Dr  Rachmat Gunadi, adapun cara instan meningkatkan ekspor adalah dengan meningkatkan produktivitas 5 ribu ha kebun yang sudah ada, dan sisanya dibangun kebun baru. Kegiatan ini diwujudkan melalui program Gernas Teh. Sementara itu PTPN perlu berbenah untuk meningkatkan efisiensi dan mengembangkan pasar baru serta tidak mengkonversi kebun-kebun teh yang ada. Sementara pemerintah dapat melakukan upaya untuk mengurangi hambatan perdagangan di berbagai negara.

"Kita harus fokus melakukan kick off atas apa yang telah kita formulasikan diberbagai forum. Jika dikatakan teh tidak menarik di Indonesia tidak mungkin impor naik. Selain itu kita juga harus melirik pasar dalam negeri. Pasalnya masyarakat Indonesia menyukai teh. Sehingga tidak ada alasan buat kita untuk tidak menghidupkan kembali teh Indonesia karena pasarnya sangat strategis", kata Rachmat Gunadi.