Copyright 2021 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Arabika, robusta, liberika adalah tiga varietas yang dibudidayakan secaa umum. Butuh waktu 15 hingga 20 tahun untuk dapat menemukan varietas unggul. Adapun syarat dikatakan unggul adalah produktivitas dan citarasa yang lebih baik dari varietas sebelumnya.

Menurut pemulia kopi senior Retno Halupi varietas arabika yang dilepas awalnya adalah komasti, gayo 1, gayo 2, andungsari 2k, andungsari 1k, sigararutang, S795. Adapun varietas generasi kedua yang dilepas adalah USDA, abissinia-3,  kartika 1, dan kartika 2. Jika dilihat dari varietas yang paling unggul maka andungsari 2k adalah yang paling tinggi produktivitasnya dan andnugsari 1k adalah yang paling baik citarasanya.

Varietas generasi kedua mulai ditinggalkan sejak adanya serangan nematoda dan karat daun sehingga telah diupayakan untuk disambung akarnya dengan varietas lain. Hal ini dapat dilakukan seperti pada varietas kartika.

“Mengenai pangsa pasar, faktor yang mempengaruhi sangat kompleks. Sebagiamana Toraja yang dominan pasar Jepang dan Italia. Sementara gerai seperti Starbucks lebih banyak menggunakan jenis arabika, namun kerena kondisi seperti sekarang ini di tengah pandemic covid-19 maka harga arabika specialty pun hanya dihargai kopi asalan” Jelasnya.

Untuk mendapatkan produktivitas tinggi dengan citarasa specialty maka usahakan kebun kopi jangan ditanam dengan pisang maupun kelapa. Karena pisang adalah endemik untuk nematoda, sedangkan kelapa akarnya yang panjang membuat adanya persaingan dalam mendapatkan nurtisi, begitu juga dengan tanaman berumbi seperti umbi jalar.