Copyright 2020 - Custom text here

 JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Indonesia masih berada di tengah pandemik Covid-19. Tentu hampir seluruh sektor industri mengalami dampaknya, termasuk perkebunan. Dilansir menurut data ICCO dalam komoditi kakao yang kini mengalami penurunan yang semula sebagai produsen terbesar ke 3 dunia kini menjadi terbesar ke 6 di dunia. Untuk mengetahui perkembangan harga kakao dimasa pandemik, tim Gamal Institute melakukan riset dari 15 Provinsi penghasil kakao.

Dari hasil penelitian (April-Juli 2020) dengan pelaku perkebunan di berbagai provinsi, diketahui bahwa harga biji kakao tertinggi yaitu Rp35 ribu/kg (fermentasi) di Bali. Sedangkan harga terendah yaitu Rp20 ribu/kg (non fermentasi) di Maluku dan di Sumatera Selatan (fermentasi) dengan mayoritas bulan panen Mei hingga Juni.

Hingga saat ini harga jual biji kakao berangsur naik meski di tengah pandemik covid-19. Karena sebelumnya harga biji kakao pernah mencapai Rp18 ribu/kg (non fermentasi) di beberapa daerah.