Copyright 2020 - Custom text here


JAKARTA-GAMAL INSTITUTE.
Saat ini petani nilam sedang untung karena di tengah pandemi covid-19 harga minyak nilam kian melambung. Dalam workshop virtual via Zoom  yang diselenggarakan Gamal Institute dengan tajuk “Pengembangan Budidaya dan Penyulingan Nilam Beromset Ratusan Juta”, menarik perhatian para pelaku perkebunan terutama pada komoditi nilam. Kegiatan tersebut dihadiri oleh  70 peserta dari berbagai provinsi (22/5).

Meski di tengah pandemi komoditi nilam justru sedang hangat-hangatnya. Karena dalam satu ha bisa menghasilkan 50 jt, sedangkan 1 tahun bisa panen 2 kali. Sehingga kalau harga tetap stabil maka dalam 1 tahun bisa menghasilkan 100jt/ha.

Menurut Kodrat Samadikun sebagai pembicara sekaligus ketua PPBTPI Jawa Timur mengungkapkan tanaman nilam merupakan penghasil minyak atsiri yang mempunyai prospek sangat baik karena di samping harganya yang cukup tinggi, juga sampai saat ini minyaknya belum dapat dibuat dalam bentuk sintesik.

“Hal yang harus diperhatikan betul dalam pengembangan budidaya nilam diantaranya kesesuaian lahan, benih yang tepat, pemeliharaan, pasca panen sampai dengan produksi minyak sangat menentukan rendemen dan PA yang dihasilkan” imbuhnya.

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk mendukung perkebunan yang berkelanjutan dan menciptakan adanya sistem kemitraan.