Copyright 2020 - Custom text here

PATI-GAMAL INSTITUTE. Desa mandiri benih yang berlokasi di Desa Gunungsari Kec. Tlogowungu Kab. Pati, Jawa Tengah sangat membantu masyarakat sekitar terlebih untuk kelompok tani Wana Sari Purwojati. Pasalnya program ini adalah pengalaman pertama bagi Koptan Wana Sari Purwojati. Dengan jumlah benih kopi 40.000 batang yang dianggarkan pemerintah tentu sangat membantu masyarakat sekitar.

Ketua kelompok tani Wana Sari Purwojati, Lasno mengucapkan banyak terima kasih dengan adanya bantuan kegiatan desa mandiri benih. Karna adanya program ini memberikan banyak ilmu tentang mengelola dan merawat penanaman kopi sejak stek, bibit, sampai dengan pengolahan.

“Kami bangga jika pemerintah dapat mendampingi kelompok tani. Sebagai petani tentu sangat terbantu dengan program ini, dan kami berharap selain program ini kami juga butuh sertifikasi dan benih agar kami bisa menyediakan bibit yang tersertifikasi. Besar harapan agar program ini ada kelanjutannya, tidak dilepas. Kami masih perlu dibimbing karena masih banyak yang belum petani ketahui” imbuhnya.

“Program desa mandiri benih merupakan aspirasi Firman Subagyo Komisi IV DPR RI guna menjembatani petani untuk mendapatkan bantuan pemerintah dari berbagai macam cara untuk meningkatkan kesejahteraan petani di desa Gunungsari.” jelas Sugiyanto sebagai tenaga ahli Firman Subagyo.

Harapannya selain kopi ada tanaman lain yang bisa petani kelola. Untuk saat ini jumlah pengadaan bibit 50 ribu dengan target 40 ribu hidup dalam penangkaran sebelum akhirnya dipindahkan ke polybag.