Copyright 2020 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Dr. Ir. Kasdi Subagyono menghadiri acara virtual Penganugerahan Gamal Award dan Penghargaan Kelapa Sawit yang kedua setelah beberapa tahun sempat vakum. Dengan mengusung tema yang diangkat pada tahun ini adalah entrepreneur muda, kemitraan dan clusterisasi yang diberikan kepada tokoh-tokoh perkebunan yang menginspirasi (10/20).

Ir. Gamal Nasir, MS sebagai pendiri lembaga tersebut memberikan apresiasi yang sangat luar biasa kepada para pemenang. Adapun para pelaku perkebunan yang mendapatkan Penganugerahan Gamal Award 2020 di diberikan kepada tokoh yang aksinya berkontribusi pada penumbuhan usaha perkebunan, cluster perkebunan dan melahirkan entrepreneur muda.

Pada kategori Pelaku Perkebunan Inspiratif diberikan kepada Bonardo, sosok pengusaha  muda yang sukses menumbuhkan usaha penangkar kelapa sawit dan menyediakan bibit mencapai 950 ribu batang di 2 Provinsi yakni Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan sepanjang tahun 2020. Sekaligus sebagai penyedia bibit terbesar se Indonesia.

Pada ketegori Pelopor Pengembangan Cluster diberikan kepada Supriatnadinuri sosok petani hebat yang merupakan pelopor dari pengembangan kampung kopi Malabar di Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung. Ketua Kelompok Tani Rahayu ini menjadi sosok inspirator karena sukses mengembangkan cluster kopi dimana kebun sumber benih, perkebunan kopi,  pengolahan, café, agrowisata dan pusat edukasi dengan omzet bisa mencapai hingga milyaran rupiah setiap bulannya.

Pada kategori Tokoh Pengembangan Kemitraan diberikan kepada Efli Ramli, sosok yang energik untuk perkembangan kelapa Indonesia. Ia adalah salahsatu eksportir cocofiber dan cocopeat terbesar di Indonesia melalui perusahaannya PT Mahligai Indococoa Fiber yang berlokasi di Lampung sukses menumbuhkan industri-industri pengolahan di pedesaan, Ketua Umum AISKI (Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia) ini berperan dalam memfasilitasi penyedia mesin memanfaatkan dana KUR dimana perusahaannya berperan sebagai avalis, memberikan pelatihan dan menjamin pembelian. Melalui kemitraan ini berdampak tumbuhnya usaha UMKM dan petani kelapa menikmati nilai tambah di sejumlah provinsi yakni Aceh, Padang, Lampung dan Jawa Barat.

Pada kategori Petani Perubah Mindset diberikan kepada Irwan Ibrahim, sosok petani kakao yang sukses mengembangkan café cokelat dan memproduksi cokelat enak menggunakan biji kakao dari petani. Usaha yang identik dengan gaya hidup itu ia kembangkan bersama rekan petani satu kelompok taninya berada di jalan lintas Sumatera, tepatnya di Pidie Jaya. Penyuluh petani swadaya ini bisa menjadi model pemberdayaan petani khususnya kakao, dimana petani tidak saja menghasilkan bahan mentah namun juga bisa menghasilkan produk turunan yang bernilai tambah.  

Pada kategori Pembina Petani Anak Muda diberikan kepada Adhe Lingeyang, sosok yang aktif dalam pembinaan anak-anak muda menjadi entrepreneur muda di bidang kopi. Ia mendorong tumbuhnya café yang dikelola oleh anak muda. Ia membina setidaknya  100 anak muda melalui pendekatan kelompok di Kota Bengkulu, Pengadaran, Jawa Barat dan Malang, Jawa Timur. Setidaknya ada 2 café yang tumbuh melalui kelompok binaannya dengan pelaku anak SMA dan mahasiswa.

Adapun Gamal  Institute juga memberikan penghargaan kepada tokoh/lembaga di bidang kelapa sawit yang layak menjadi inspirasi bagi petani. Penghargaan pertaman diberikan pada KUD Mukti Jaya, koperasi yang berlokasi di Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan ini sukses mengembangkan dan melakukan manajemen kebun dengan baik sehingga kebun yang direplanting melalui program Peremajaan Sawit Rakyat telah menikmati panen hingga 80 ton pada tanaman yang baru umur 30 bulan.

Penghargaan kedua diberikan kepada KUD Tani Subur, koperasi yang berada di Pangkalah Lada, Kabupatan Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah,  ini sukses mengembangkan diversifikasi usaha koperasi selain sawit. KUD ini juga memiliki divisi peternakan, agrowisata, simpan pinjam, toserba, sertifikasi, pengadaan barang dan gudang, pemasaran serta jual beli TBS.

Penghargaan ketiga dierikan kepada Drs. Zamzami, Ketua Koperasi Mandiri Jaya Bausaree Aceh barat, merupakan ketua koperasi yang cukup jeli mengembangkan usaha. Selain sukses mengakses dana PSR hingga 2.700 ha, petani kelapa sawit ini juga berencana mengtakeover perusahaan dan sudah mulai menambung sebagian karyawan dari perusahaan inti tersebut.

Penghargaan keempat diberikan kepada KSU Agro Mandiri Utama (KAMU), yang berada di Luwu Timur, Sulawesi Selatan cukup menarik.  Aktivitasnya yang gencar dalam melakukan sosialisasi terhadap masyarakat, meskipun potensi kalah luas dengan Provinsi lain terutama di Sumatera dan Kalimantan, koperasi ini sukses mendapatkan alokasi hingga 3000 ha, dan menarik dana yang masuk ke wilayahnya hingga Rp. 90 M.