Copyright 2022 - Custom text here

SERANG-GAMAL INSTITUTE. Saat ini, budidaya jamur merang kian meningkat lantaran nilai ekonominya yang tinggi. Jamur merang kini diharga sekitar Rp60.000 per kilogram (kg).

Hal lain yang membuat jamur merang menarik adalah kandungan nutrisi dan vitaminnya yang tinggi serta sistem budidayanya yang ramah lingkungan. Budidaya jamur ini pun tergolong cepat, hanya dalam jangka waktu 35 hari.

Kendati demikian, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan dalam proses budi daya jamur. Salah satunya adalah terkait pemilihan media tanam. Saat ini, tandan kosong sawit bisa menjadi opsi media tanam ramah lingkungan. Hal ini disampaikan oleh Tani Suryadinata, Pembudi daya dari Bumdes Bina Usaha Mandiri dalam webinar bertajuk Bertanam Jamur di Kebun Kita, pada Selasa (22/12/2020).

Tahap pertama yang perlu dilakukan dalam pemanfaatan tandan kosong untuk budi daya jamur adalah menghamparkan tandan kosong selama kurang lebih empat hari. Hal ini dilakukan agar. Tandan kosong sawit selanjutnya dicuci untuk menghilangkan minyak yang masih tersisa.

Setelah bersih, tandan selanjutnya ditumpuk dengan tinggi sekitar 1 meter lalu diberi kapur dan dedak di setiap lapisan. Setiap 1,5 – 2 ton tandan sawit kosong membutuhkan  50 kilogram (kg) dedak dan 25 kg kapur. Langkah ini merupakan pengomposan tandan kosong sawit. Pengomposan dilakukan selama delapan hingga 14 hari. Lakukan pembalikan di hari ke-4 dan ke-8.

Selanjutnya, susun tandan kosong sawit ke dalam rak rumah jamur lalu lakukan pasteurisasi atau mengalirkan uap panas ke dalam kumbung (rumah jamur) selama kurang lebih 5-7 jam. Setelah itu, taburkan bibit jamur di atas tumpukan tandan kosong sawit. Pastikan kebutuhan cahaya dan air terpenuhi.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah lokasi budi daya. Budidaya jamur sebaiknya dilakukan di daerah dengan akses mudah dan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua atau lebih untuk mempermudah proses pengangkutan bahan budi daya maupun hasil budi daya jamur. Budidaya juga harus dilakukan di dataran rendah dan dekat dengan sumber air. Pasalnya, budidaya jamur merang membutuhkan pasokan air yang cukup.

Selain hal di atas, persiapan bahan baku atau benih dan  sumber daya manusia yang berkualitas serta pengetahuan seputar pasar juga menjadi penting.

 "Anda bisa berkunjung ke pasar, melihat kondisi pasar dan bertanya apa yang mereka butuhkan untuk disesuaikan dengan hasil produksi jamur," ucapnya, (22/12/20)