Copyright 2021 - Custom text here

 

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Pelatihan pengenalan tanaman kakao sangat penting dipelajari sebelum turun langsung ke lapangan untuk membudidayakannya, hal ini tentu untuk memaksimalkan produktivitas komoditi kakao. Gamal Institute menyelenggarakan Pelatihan Kakao Holistik dengan tajuk “ Pengenalan Tanaman Kakao” pada Selasa, 23 Maret 2021 via Zoom Meeting.

Azhar Mahir, sebagai narasumber dari PT. Olam Indonesia sekaligus petani kakao asal Kolaka Utara. Ia memaparkan tiap bagian tanaman kakao dari mulai daun, batang, tanah, akar, bunga dan buah, iklim, serta hama penyakit yang sering terjadi di lapangan.

Azhar menjelaskan ada tiga jenis tanaman kakao yang umumnya ditanam di perkebunan yaitu kakao jenis Forastero (bulk cocoa/kakao lindak), Criolo (fine cocoa/kakao mulia) dan Hibridia (hasil persilangan antara forastero dan criolo).

“Pada perkebunan-perkebunan besar biasanya kakao yang dibubidayakan adalah jenis mulia” jelasnya.

Setelah mengenal jenis kakao, Azhar Mahir menyinggung hama dan penyakit yang sering dihadapi petani di lapangan. Mulai dari hama PBK (Penggerek Buah Kakao), Holepeltis (kepik penghisap buah), penggerek batang (Zuezera & Squamora). Adapula penyakit utama kakao yaitu busuk buah, kangker batang, dan VSD (Vasculer Streak Dieback) atau biasa disebut penyakit pembuluh kayu.

“Masalah hama dan penyakit ini memang sering terjadi di lapangan. Terutama busuk buah, tak jarang petani mengalami kerugian besar jika umur buah masih muda” tandasnya.

Menurut Azhar untuk pengendaliannyapun beragam, bisa secara teknis yaitu dengan pengaturan pohon pelindung dan melakukan pemangkasan agar terjadi keseimbangan cahaya dan suhu udara. Lalu memetik semua buah busuk, mengumpulkan dan membenamkannya dengan kedalaman dan luas sesuai volume buah yang terkumpul, adapun boleh juga dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Selain sebagai pelopor dalam mengedukasi petani untuk kakao organik, Azhar juga menyarankan agar petani menggunakan klon unggul dan tahan terhadap serangan hama dan penyakit, serta melakukan perawatan yang intensif.