Copyright 2020 - Custom text here

http://ditjenbun.pertanian.go.id/foto_berita/64gamal-tokoh-sawit.jpg

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) dan Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Riau memberi penghargaan kepada Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Gamal Nasir sebagai tokoh perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Penghargaan diberikan oleh Ketua Apkasindo Anizar Simanjuntak dan Ketua Aspekpir Setiono dalam acara seminar nasional Kiat Sukses Replanting Kelapa Sawit yang diselenggarakan Media Perkebunan di Jakarta, Selasa (26/7).

Ketua Umum Apkasindo Anizar Simanjuntak menyatakan, keputusan menjadikan Gamal sebagai tokoh perkebunan kelapa sawit sebagai penghargaan atas bimbingan yang diberikan selama ini karena jauh sebelum jadi Dirjen Perkebunan dia selalu memperhatikan petani. "Ketika menjadi dirjen setiap ada masalah bisa langsung dikontak dan berusaha mencari jalan keluar," ujarnya.

Beberapa kebijakan yang propetani, lanjutnya, adalah penolakan terhadap IPOP yang membuat petani kesulitan menjual tandan buah segar ke PKS (Pabrik Kelapa Sawit) juga moratorium yang menekankan peningkatan produktivitas petani.

Ketua Aspekpir Setiono mengatakan, Gamal sejak awal sudah menyusun konsep Perkebunan Inti Rakyat (PIR) ketika masih diproyek PIR sehingga PIR yang ada sekarang tidak lepas dari peranan dirinya.

Dari beberapa dirjen yang selama ini berhubungan dengan Aspekpir, tidak berarti yang lain tidak baik, namun Gamal Nasir dinilai lebih mampu melindungi dan memperhatikan petani. Setiap persoalan bisa langsung ditanggapi.

Contohnya sejak tahun 2006, sudah waktunya replanting dan Aspekpir sudah mengajukan ke perusahaan inti untuk melakukan peremajaan, tidak ada tanggapan sehingga peremajaan terlambat.

Tahun 2010 dengan difasilitasi Gamal Nasir sebagai Dirjenbun, akhirnya petani bisa mencapai kata sepakat dengan PTPN 5 dan replanting pertama sudah dimulai.

"Oleh karena itu Aspekpir mengangkat Gamal Nasir sebagai tokoh dan pembina petani sawit," ujarnya.

Sementara itu Gamal Nasir menyatakan, sangat terharu dengan penghargaan yang diberikan para petani sawit tersebut dan tidak pernah menyangka akan diangkat sebagai tokoh perkebunan kelapa sawit.

Dia mengungkapkan, selama enam tahun menjadi Dirjen Perkebunan banyak berhubungan dengan petani baik kelapa sawit, tebu dan jarang sekali berhubungan dengan perusahaan.

"Saya ingin perkebunan kelapa sawit lebih berkeadilan, jangan sampai pengusahanya naik land cruiser sedang petaninya masih naik sepeda," katanya.

Gamal menegaskan, ke depan meskipun tidak lagi menjadi Dirjen, pihaknya tetap akan berjuang untuk kepentingan petani, bahkan bersuara lebih keras lagi. (ant)

Sumber: Medan Bisnis