Copyright 2021 - Custom text here

Pedoman Pengelolaan Data Tebu Secara Online

Kalangan petani tebu di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tidak ragu untuk tetap mematok target produksi yang tinggi meskipun musim pandemi Covid-19 saat ini masih berlangsung.

Sebagaimana dikemukakan salah seorang petani tebu di Kabupaten Lumajang, Budi Susilo, pandemi Covid-19 tidak membawa pengaruh signifikan terhadap produktivitas tebu mereka.

“Kalau pandemi tidak ada pengaruhnya terhadap produksi (tebu). Mungkin hanya pada masa tebang saja ada pengaruhnya ke tenaga tebang karena banyak yang sakit,” tutur Budi saat Tim Gamal Institute melakukan kunjungan secara virtual ke lahan pertanian tebu di Kabupaten Lumajang, Rabu (15/8/2021).

Budi sendiri menargetkan pada musim tanam kali ini produksi tebu di lahan miliknya bisa mencapai 1.000 kuintal (100 ton) per hektare. Optimisme terhadap capaian target produksi tebu tersebut menurut Budi, akan didukung dengan pengolahan lahan dan tanaman tebu secara maksimal.

Budi tidak menampik target capaian produksi tebu dengan kualitas tinggi tersebut akan membawa konsekuensi pada biaya perawatan yang tidak sedikit.

“Memang dari sisi biaya perawatan cukup besar, tapi untuk pengelolaannya tentu akan kami lakukan maksimal, karena orientasi kami kan kualitas, bukan hanya kuantitas,” kata Budi.

Petani tebu lainnya, Edi Suprianto mengatakan, pemilihan varietas tebu yang tepat juga akan menentukan hasil produksinya.

“Semakin murni, maka hasilnya nanti akan semakin bagus,” kata Edi. (SR)