Copyright 2022 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Petani muda asal Kabupaten Bengkulu Utara, Mezi Aswari, memilih media tanam lumut untuk pembudidayaan vanili. 

Lewat wawancara secara virtual dengan Gamal Institute, Senin (27/9/2021), Mezi membagikan pengalamannya.

Mezi mengakui budi daya vanili dengan menggunakan media tanam lumut tersebut merupakan pengalaman pertama baginya sejak ia bergabung pada Januari 2021.

Lumut sengaja ia pilih menjadi media tanam vanili lantaran memiliki beberapa keunggulan, di antaranya lumut banyak menampung air sehingga kandungan airnya tinggi, serta terdapat unsur tanah yang melekat dan alami yang didapat dari media di mana lumut tersebut tumbuh.

Lumut-lumut tersebut diambil dari pohon aren yang banyak tumbuh di daerahnya, khususnya pohon yang sudah tua, lapuk, atau mati.

Untuk membandingkan kualitas media tanam lumut dengan media tanam jenis lainnya, Mezi melakukan perbandingan antara tanaman vanilinya dengan milik temannya yang menggunakan media tanam selain lumut. Penanaman benih vanili keduanya dilakukan pada waktu yang hampir bersamaan. 

Setelah beberapa waktu terlihat pertumbuhan daun keduanya, yaitu dengan perbandingan sebesar 1:3.

“Pada tanaman vanili teman saya yang menggunakan media tanam lain, hasil pertumbuhan daun yang sudah terlihat selama dua bulan ini rata-rata baru 1 hingga 2 daun, sedangkan di tanaman saya bisa 3, 4 hingga 5 daun,” jabarnya.

Selain penggunaan benih vanili yang baik didukung dengan perawatan optimal terhadap tanaman vanili, Mezi meyakini kualitas media tanam lumut kelak dapat berkontribusi untuk hasil budi daya vanili yang baik pula. (SR)