Copyright 2022 - Custom text here

JAKARTA–GAMAL INSTITUTE. Adanya pandemi tentu berdampak bagi UMKM. Penurunan penjualan, permodalan, kesulitan bahan baku hingga produksi menurun merupakan beberapa ancaman bagi para UMKM. Lalu bagaimana cara mengatasi hal tersebut?

"Di masa serba sulit ini harus mulai menjual dan membuat produk baru mulailah berpikir kreatif" ungkap Merry Sujiati founder mesuji & moodco.

Selain berpikir kreatif, inovatif dan menjual produk baru, Ia juga menambahkan perlunya produsen untuk memberikan penjabaran mengenai produk. Konsumen harus mengetahui bahwa produk yang dibeli mereka produk yang sehat. Sehingga menimbulkan trust antara konsumen dan produsen.

Selanjutnya, UMKM dapat memulai menyusun taktik pemasaran digital. Hal ini berupaya memudahkan UMKM memasarkan produk secara digital. Dimulai dengan memilih sasaran market melalui penggunaan media sosial.

"Sebelum pandemi kami hanya menunggu pembeli berkunjung ke galeri, namun sekarang kami mencoba memperkenalkan produk melalui sosial media instagram dan whatsapp bisnis" ujarnya.

Langkah terakhir yang  dilakukan oleh pendiri UMKM adalah mencoba marketplace dan e-commerce. Pergeseran konduite konsumen pada masa pandemi, membuat konsumen beralih melakukan belanja online sebagai pilihan favorit. UMKM dapat mulai mencoba menjual produk menggunakan shopee, tokopedia, bukalapak dan e-commerce lainnya. (Adr)