Copyright 2021 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Bimbingan teknis (Bimtek) pengenalan varietas unggul kelapa dan teknik perbanyakan kelapa hibrida digelar oleh Direktorat Perbenihan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan secara daring pada Kamis, 29 September 2021. Bimtek ini dihadiri sebanyak 283 peserta berasal dari dinas, penyuluh, pelaku usaha, dan akademisi.  

Bimtek diberikan oleh Prof. Dr. Ir. Hengky Novarianto, M.S. sebagai ahli peneliti utama bidang pemuliaan dari Balitpalma Manado. Beliau mengawali pemaparannya dengan mengingatkan filosofi kenapa kelapa dijuluki “Tree of Life” yaitu karena seluruh bagian kelapa dari mulai ujung daun hingga akar dapat digunakan dan bermanfaat bagi kehidupan.

Melalui Bimtek ini, peserta mendapatkan informasi tentang tipe kelapa, jenis-jenis varietas kelapa untuk peremajaan, apa itu varietas unggul kelapa, perbandingan produksi antar kelapa, dan teknik perbanyakan kelapa yang baik.

Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar, M.P., Direktur Perbenihan Perkebunan mengatakan bahwa saat ini kelapa merupakan salah satu komoditas yang digenjot dalan rangka gerakan peningkatan ekspor dan telah mendapat perhatian khusus dari presiden. Oleh karena itu, mutu benih kelapa penting untuk diperhatikan, utamanya kelapa genjah. 

“Kegiatan Bimtek ini sangat bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan guna menambah pengetahuan dan wawasan mengenai kelapa dan teknik perbanyakan kelapa,” ujarnya saat membuka kegiatan Bimtek.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah pusat untuk membangun kebun induk sudah tinggi. Kebun induk ada untuk melestarikan varietas-varietas unggul yang telah dilepas Menteri Pertanian Republik Indonesia. Ia mengungkapkan pemerintah pusat perlu dukungan dari berbagai pihak di daerah di antara Pemda, masyarakat, dan petani untuk juga menjaga keberadaan kebun-kebun tersebut.

Saleh Mokhtar juga mengingatkan bahwa penjualan benih-benih tidak bersertifikat melalui pasar online agar dicermati oleh PBT dan OPT daerah yang membidangi pengawasan dan sertifikasi agar masyarakat tidak dirugikan.

Antusiasme peserta sangat tinggi atas Bimtek ini. Hal tersebut terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan pada sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan diajukan oleh Benny dari Sulawesi Utara tentang jenis kelapa apa yang baik untuk daerah Minahasa Utara dengan spesifikasi buah tebal, batok tebal, dan sabut banyak. 

“Kelapa Dalam Mapanget, adalah salah satu kelapa dalam dengan buah tebal, batok tebal, dan sabut banyak. Kelapa itu juga cocok di tanam di Sulawesi Utara,” jawab Prof. Hengky. 

Ia melanjutkan,  benih Kelapa Dalam Mapanget ada di Balitpalma Manado, bahkan pada tahun 2018 benih tersebut dibagikan gratis dengan syarat membawa KTP dan surat keterangan dari kepala desa bahwa benih tersebut untuk dipakai sendiri dan bukan untuk dijual kembali.

Besar harapan dari masyarakat agar bimtek serupa diadakan untuk jenis komoditas yang lain agar pengetahuan tentang perbenihan perkebunan bertambah. (UFA)