Copyright 2022 - Custom text here

 

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Pohon aren merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bagaimana tidak? Produk utamanya ialah nira yang digunakan sebagai bahan baku gula aren.

Seperti yang kita ketahui bahwa sekarang ini sudah jadi tren baru gula semut atau aren ini menjadi campuran pas untuk minum kopi. Selain itu, produk lainnya seperti dari buahnya yaitu kulang-kaling juga tidak kalah popular di masyarakat.

Dalam kegiatan webminar Gamal Institute yang bertema “Memanfaatkan Aren sebagai Tanaman Konservasi” (8/11/2021), Anwar (Ketua Serikat Petani dan Pengrajin Aren Indonesia SPPAI) mengatakan bahwa selain fungsi ekonomi, pohon aren juga memiliki fungsi ekologi sehingga potensial untuk dimanfaatkan sebagai tanaman sela atau reboisasi untuk konservasi tanah ataupun air tanpa menimbulkan persaingan dengan tanaman lain.

“Pohon aren ini dahulunya merupakan tumbuhan Palma liar yang tersebar di seluruh Indonesia. Pohon aren tidak terbawa longsor karena akarnya serabut yang kokoh dan bisa bertahan di musim kemarau yang panjang” ujar Anwar.

 

Dalam kegiatan webminar ini diperkenalkan pula bagaimana luasnya peluang ekspor dari produk utama tanaman aren ini. Buhori (marketing director KUB Mitra Mandala) mengemukakan di KUB Mitra Mandala memiliki produk Gula aren tradisional, gula aren cair hingga minuman yang bersertifikat organik dan berhasil Ekspor. Salah satunya yaitu ekspor rutin ke Korea Selatan dari tahun 2019 lalu hingga sekarang dengan kisaran harga 8 US Dollar untuk gula aren jahe merah dan 4 US Dollar untuk yang original. (TW)