Copyright 2022 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Sebesar 80 persen kematian tanaman kelapa sawit disebabkan oleh ganoderma. Kerugian hasil akibat serangan penyakit yang disebabkan jamur tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp 3,8 trilyun untuk sebaran di seluruh wilayah Indonesia.

Fakta tersebut disampaikan Peneliti Ahli Madya Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Agus Eko Prasetyo, selaku narasumber webinar dengan topik Pengelolaan Replanting Bebas Ganoderma & Seberapa Berbahaya Ganoderma yang diadakan Gamal Institute, Kamis (11/11/2021).

Jika dulu ganoderma hanya menyerang tanaman tua, saat ini tanaman muda juga menjadi sasarannya. Jamur ini juga cukup invasil di tanah miskin unsur hara. Tanaman kelapa sawit yang terserang jamur tersebut umumnya menunjukkan gejala antara lain busuk pangkal batang (basal stem rot), kemunculan tubuh buah, dan busuk batang atas (upper stem rot).

Prasetyo menyampaikan beberapa cara mengatasi ganoderma. Pertama dengan pengendalian hayati, yaitu menerapkan mekanisme antibiosis, hiperparasitisme, kolonisasi ruang yang cepat. Jenis agen hayati yang digunakan di antaranya Trichoderma, Gliocladium, Hendersonia, Mikoriza, Pseudomonas fluorescens, Bachillus, dan lain-lain.

Cara lain yaitu dengan surgery and mounding. Cara ini khusus tanaman bergejala penyakit busuk pangkal batang ringan-sedang. Sedangkan untuk yang berat sebaiknya segera dimusnahkan. Tekniknya dilakukan dengan cara membedah bagian yang busuk hingga terlihat jaringan sehat, olesi tir dan atau taburi biofungisida 200 gram/pangkal batang, bumbun dengan tanah setinggi 1 meter.

Berikutnya dengan pengendalian kimiawi. Uji di laboratorium dapat menghambat pertumbuhan ganoderma pada konsentrasi fungisida terkecil, di lapangan sulit. Aplikasi dengan penyiraman ke tanah atau injeksi batang bertekanan tinggi.

Langkah lain adalah dengan percepatan pelapukan batang yang dilakukan melalui chipping atau pembuatan serbuk. Tujuan cara ini adalah untuk memutus siklus hidup ganoderma.

Selain itu juga bisa dengan sistem lubang tanam besar. Cara ini cocok digunakan pada areal endemik ganoderma, tanah miskin unsur hara dan daerah kurang hujan. Tidak sesuai untuk daerah tergenang dan pasang surut. Upaya ini juga mencegah akar bibit kelapa sawit baru bertemu sumber inokulum ganoderma.

 

Langkah lain yaitu dengan penggunaan tanaman tahan penyakit ganoderma. Varietas toleran/moderat tahan berarti tanaman masih dapat terserang tapi kejadian penyakitnya dalam 1 siklus tanaman jauh lebih sedikit dibandingkan varietas yang lain. Contoh varietas ini adalah D x P 540 NG. (SR)