Copyright 2022 - Custom text here

JAKARTA – GAMAL INSTITUTE. Ditengah langkanya produsen benih tebu yang konsisten mengembangkan sumber benih, penangkar ini konsisten lebih dari 6 tahun fokus pada penyediaan bahan tanam unggul. Tidak heran pemilik kebun sumber benih KBD dan KBI asal Jawa Timur ini menjadi produsen benih resmi non pemerintah terbesar saat ini.

Bagaimana tidak, Irawan, founder dari CV. Joyo Rosan telah berkiprah di dunia perbenihan tebu sejak tahun 2013.  Ratusan juga mata benih tebu asal kebunnya telah digunakan secara luas di sentra tebu di Jawa, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tenggara.

“Kami memiliki kebun nursery milik sendiri di Dsn. Kemuning Ds. Tirukidul Kec. Gurah Kab. Kediri, seluas 14.000 m2. Selain itu kami juga mengembangkan kemitraan dengan kelompok tani untuk mengembangkan kebun sumber benih seluas 200 ha. Dengan varietas yang dikembangkan dominan Bululawang dan Cening, dengan produksi mata hingga 72 juta”, jelas Irawan. 

Untuk memastikan mutu prima dari benih yang dihasilkan, Irawan menerapkan teknologi hot water treatment untuk mengurang serangan luka api. Sementara itu di kebun pembibitannya juga dilakukan pembesaran benih in vitro asal kultur meristem untuk mendapatkan benih tebu yang lebih baik.

Menariknya CV Joyo Rosan mampu bertahan di bisnis benih tebu karena mampu memasarkan benihnya untuk kepentingan swasta maupun pengembangan swadaya oleh petani. Benihnya ikut berkontribusi di kegiatan pengembangan tebu di PT Sukses Mantap Sejahtera  (SMS) di Dompu, Nusa Tenggara Barat, PT Marketindo Selaras di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara untuk mendukung operasional Pabrik gula PT Prima Alam Gemilang (PAG) di Kabupaten Bombana serta bekerjasama dengan Perhutani di wilayah Jawa.

Selain memproduksi benih yang sudah populer di masyarakat, produsen ini tengah mengembangkan Klon JR 16 harapan. Kelebih klon ini selain produksi tinggi namun tahan penyakit.

“Klon ini tahan terhadap penyakit lupa api, anakannya relatif banyak sehingga bobotnya cukup berat dan menarik buat petani”, ungkap Irawan. Ia berharap jenis tebu unggul ini dapat segera dilepas dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.