Copyright 2022 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Ditengah kondisi yang sulit, petani tebu di Purbalingga seolah mendapatkan angin segar. Pasalnya sejumlah petani mendapatkan bantuan benih yang dilengkapi dengan pupuk dan pestisida.

Nurrohim, anggota kelompok tani Wanasida yang tinggal di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga mengaku sangat terharu bisa mendapatkan bantuan benih Bululawang. Apalagi di saat harga pupuk melesat dan ketersediaannya terbatas dengan resiko adanya peredaran pupuk palsu.

“ Di kelompok tani kami mendapatkan bantuan untuk kegiatan perluasan sebanyak 13 ha. Dengan paket bantuan 60.000 mata/ha, pupuk NPK 15-15-15 400kg/ha dan pupuk masam/botolan, herbisida. Saya merasa terharu bisa mendapatkan bantuan ekstensifikasi tebu karena saat ini petani tebu sedang mengalami banyak kesulitan, dan berharap harga jual tebu tahun depan bisa lebih  tinggi lagi”, jelas Nurrohim.

Hal senada disampaikan Atmo Winoto dari kelompok tani yang sama asal Desa Kebutuh Kabupaten Purbalingga. Mengaku sangat senang apalagi kondisi bibit yang ditanam lebih baik daripada sebelumnya ketika belum mendapatkan bantuan. Bantuan ini diharapkan bisa meningkatkan penghasilan petani tebu tahun depan.

Tahun 2022 ini pemerintah melalui Kementerian Pertania mengalokasi bantuan untuk perluasan tebu di Kabupaten Purbalingga seluas 50 ha dengan penerima bantuan 6 kelompok tani tersebar di sejumlah. Dengan paket bantuan benih, pupuk, pestisida dan HOK. Adapun benih yang dibagikan adalah Varietas tebu bululawang. Keunggulannya produktivitasnya tinggi, anakannya mudah, klepekannya mudah, tipe tebu kategori masak tengah lambat sehingga ketika lambat panen pun tidak masalah. Adapun benih untuk kegiatan di Purbalingga asal Kelompok Tani Margo Utomo dengan ketua Yogi Dwi Sungkowo.