Copyright 2023 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Tanaman tebu menjadi salah satu tanaman perkebunan yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan gula yang terus meningkat. Guna memenuhi ketersediaan gula diperlukan upaya peningkatan produktivitas tebu melalui intensifikasi lahan.

Untuk membahas hal tersebut Gamal Institute melaksanakan Webinar yang bertajuk “Peran Pupuk Kalium Guna Optimalkan Produksi Tebu” dengan narasumber Maxim Bratchikov (Head of Product and Marketing of Uralkali) dan Aris (Praktisi Tebu) pada Jum’at (7/10/2022).

Hingga saat ini Indonesia masih terjebak pada impor gula. Hal ini karena konsumsi gula yang terus meningkat tiap tahunnya dan tidak diimbangi dengan peningkatan produksi gula Indonesia.

“saat ini kita masih mengimpor gula, bahkan jumlahnya sebanding dengan produksi gula yang ada di dalam negeri. Produksi gula menurun, rendemennya turun. Ini bisa jadi penyebabnya yakni belum optimalnya penggunaan unsur hara kalium dalam pemupukan” jelas Aris.

Intensifikasi lahan melalui pemupukan menjadi hal penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman tebu. Salah satu unsur hara yang sangat mempengaruhi produksi tebu yakni unsur hara kalium.

Unsur hara kalium memiliki peranan dalam pertumbuhan serta poduksi tebu. Tanaman sangat memerlukan unsur hara kalium, dimana kalium dibutuhkan dan terlibat langsung dalam proses metabolisme yang mana hal ini berpengaruh juga untuk produksi gula. Kalium berperan memperbaiki mutu gula, sintesis protein dan pembentukan gula.

“photasium membantu meningkatkan kualitas serta periode cadangan makanan tanaman, meningkatkan resistensi tanaman terhadap kekeringan dan hama, meningkatkan level protein, pati dan hidrokarbon” jelas Maxim.

Menurut Maxim Pemenuhan kebutuhan unsur hara kalium dapat dilaksanakan melalui pemupukan berimbang dengan mengaplikasikan NPK yang berasio kalium lebih tinggi. rasio NPK yang umum digunakan sebagian besar negara penghasil tebu di dunia yaitu 2:1:3 atau 2:1:2 atau 3:1:5.

Dengan melakukan pemupukan berimbang tersebut diharapkan produktivitas tebu akan meningkat sehingga ketersediaan gula nasional dapat terjamin tanpa harus melakukan impor gula. (TW)