Copyright 2022 - Custom text here

 

 JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Di tengah tekanan berat dari perkebunan kelapa sawit, yang juga berdampak  pada keterlambatan pembangunan. Banyak petani juga gulung tikar karena berkurangnya pembelian, tetapi waralaba kelapa sawit Bengkulu masih bertahan. Hal ini tidak terlepas dari peran Penangkar bibit di tengah perkebunan sawit.

Hal ini disampaikan oleh Fajar Wahyudi, S.H (Direktur CV. Rembaka Agri - Bengkulu Utara) dalam webinar Gamal Institute yang bertajuk “Mengunjungi Pembibitan Sawit Asal Bengkulu" Selasa (11/10/2022).

 Kualitas bibit yang digunakan akan berpengaruh pada pertumbuhan dan produktivitas kelapa sawit nantinya. semakin tua usia sawit semakin turun produktivitasnya. Untuk itu diperlukan bibit unggul baik untuk penanaman awal ataupun peremajaan sawit.

Hingga saat ini masih banyak bibit unggul yang dikatakan palsu. Untuk itu bagi petani yang ingin menanam kelapa sawit perlu diperhatikan dari mana asal kecambahnya.

Indonesia memiliki 19 produsen kelapa sawit yang sudah resmi dan memiliki legalitas dari pemerintah. CV. Rembaka Agri sendiri merupakan penangkar pembesar atau pengembang bibit kelapa sawit yang telah berekerja sama dengan 19 produsen tersebut.

“Bagaimana petani harus mendapatkan benih unggul, ini tantangan kita bersama. Kami dari swasta bersinergi dengan pemerintah, membantu mengedukasi masyarakat bahwa menggunaan bibit unggul itu penting”, Ujar Fajar Wahyudi.

Harapan Fajar kelapa sawit Indonesia harus bangkit meskipun harga sawit sering pasang surut ini. Dunia pertanian indonesia tidak hanya unggul dari segi luasan saja tapi mencakup kualitasnya juga. (TW)