Copyright 2022 - Custom text here

JAKARTA-GAMAL INSTITUTE. Cokelat tidak hanya berperan penting sebagai sumber mata uang, tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi sebanyak satu setengah juta petani di Indonesia. Bergesernya pola konsumsi masyarakat menyebabkan peningkatan pesat jumlah kedai cokelat baik merek lokal maupun internasional. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan di industri kedai cokelat semakin ketat.

Dalam webinar Gamal Institute yang bertajuk “Kiat Sukses Petani Kembangkan Usaha From Bean To Cafe”, Senin (31/10/2022) Irwan menyampaikan bahwa ada beberapa tips untuk menjadi petani sekaligus pebisnis kakao yang sukses.

Seorang petani yang sukses dalam mengembangan usaha from bean to cafe harus memiliki sifat visioner, dimana seseorang yang visioner memiliki strategi yang tepat untuk langkah kedepannya.

Pengusaha juga harus memiliki komitmen yang kuat dan optimis dalam usahanya.  Selalu ulet, kerja keras dan tekun yakni bekerja dengan bersungguh-sungguh dan harus mampu mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu.

Dapat meningkatkan kualitas produk yang diproduksi serta inovatif dan kreatif dalam menciptakan solusi dari suatu masalah dan peluang guna menumbuhkan usaha. Faktor yang membuat produk berkualitas yaitu faktor budidaya, pasca panen, roasting dan formulasi.

Dalam mengembangkan usaha juga seseorang harus berani mengambil resiko, karena dalam sebuah usaha tidak terlepas dari masalah, ancaman dan kegagalan.  Maka dari itu kita haruslah siap dalam menghadapi berbagai masalah dengan meminimalkan resikonya.

Selain itu, menurut Irwan dari segi pemasarannya juga haruslah diatur dengan tepat dan selalu dikembangkan. Memperluas pasar dilakukan dengan cara meningkatkan promosi baik offline maupun online, membuka cabang, dan mengembangkan rantai penjualan seperti reseler, agen serta distributor.

Irwan juga menyatakan bahwa sudah saatnya petani kakao untuk berkembang agar dapat meningkatkan nilai tambah yang didapat. Untuk itu, selain berbudidaya komoditi kakao petani juga berkesempatan untuk mengolah kakao dan memasarkannya dalam bentuk produk turunan. (TW)